Angklung’s Day 2014

Angklung’s Day 2014

Category : Agenda , News

logo angklungs day's 2014 copyMewakili salah satu dari sekian banyak kesenian nusantara, musik angklung telah menjadi kebanggaan rakyat Indonesia pada umumnya dan terlebih bagi  warga Jawa Barat. Jiwa kebersamaan, persatuan, kekompakan yang terdapat dalam angklung merupakan representasi jiwa luhur bangsa Indonesia.  Dengan sekian banyak keunikan yang dimilikinya, angklung mampu memadukan warna keindahan musik dalam kokohnya jiwa persatuan secara universal di semua kalangan. Suatu kebanggaan bahwa angklung mampu mewarnai persahabatan antar negara. Dengan dasar itulah Daeng Soetigna memperjuangkan instrumen angklung hingga akhir hayatnya, yang bercita-cita tidak lagi terbatas pada “memasyarakatkan angklung”, tetapi juga “menduniakan angklung”.

Namun dalam perjalanan sejarahnya angklung sempat di klaim sebagai warisan budaya Negara lain. Segala upaya telah diupayakan oleh pemerintah, agar angklung dipatenkan menjadi warisan budaya Indonesia. Alhamdulillah pada Agustus 2009, Angklung Indonesia sudah diajukan ke UNESCO untuk dinominasikan sebagai salah satu warisan budaya tak benda (Intangible cultural heritage/ ICH) Indonesia oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dan pada tanggal 18 November 2010, angklung telah diresmikan sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia atau “World Intangible Heritage” oleh UNESCO.

Sejalan dengan hal tersebut, KABUMI sebagai salah satu organisasi kesenian mahasiswa yang bergerak dalam bidang angklung berinisiatif untuk menghimpun sekolah-sekolah yang ada di Bandung pada khususnya dan seluruh tim angklung pada umumnnya untuk ikut terlibat dalam acara yang bertajuk “Angklung’s Day” dalam rangka merayakan dan memperingati angklung sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

 

Mewakili salah satu dari sekian banyak kesenian nusantara, musik angklung telah menjadi kebanggaan rakyat Indonesia pada umumnya dan terlebih bagi  warga Jawa Barat. Jiwa kebersamaan, persatuan, kekompakan yang terdapat dalam angklung merupakan representasi jiwa luhur bangsa Indonesia.  Dengan sekian banyak keunikan yang dimilikinya, angklung mampu memadukan warna keindahan musik dalam kokohnya jiwa persatuan secara universal di semua kalangan. Suatu kebanggaan bahwa angklung mampu mewarnai persahabatan antar negara. Dengan dasar itulah Daeng Soetigna memperjuangkan instrumen angklung hingga akhir hayatnya, yang bercita-cita tidak lagi terbatas pada “memasyarakatkan angklung”, tetapi juga “menduniakan angklung”.

Namun dalam perjalanan sejarahnya angklung sempat di klaim sebagai warisan budaya Negara lain. Segala upaya telah diupayakan oleh pemerintah, agar angklung dipatenkan menjadi warisan budaya Indonesia. Alhamdulillah pada Agustus 2009, Angklung Indonesia sudah diajukan ke UNESCO untuk dinominasikan sebagai salah satu warisan budaya tak benda (Intangible cultural heritage/ ICH) Indonesia oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dan pada tanggal 18 November 2010, angklung telah diresmikan sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia atau “World Intangible Heritage” oleh UNESCO.

Sejalan dengan hal tersebut, KABUMI sebagai salah satu organisasi kesenian mahasiswa yang bergerak dalam bidang angklung berinisiatif untuk menghimpun sekolah-sekolah yang ada di Bandung pada khususnya dan seluruh tim angklung pada umumnnya untuk ikut terlibat dalam acara yang bertajuk “Angklung’s Day” dalam rangka merayakan dan memperingati angklung sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

 

Peringatan Hari dikukuhkannya Angklung sebagai Warisan budaya tak benda “World Intangible Heritage” oleh Unesco yang ke lima kalinya ini akan digelar pada 16 November 2014. Ayo daftarkan tim favoritmu untuk ikut berpartisipasi dalam memperingati Angklung’s Day 2014

for info follow @angklungsday

 


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cari di sini

Dapatkan Update Berita Terbaru dari Kami

Enter your email address to get our latest updates.

Change Language