Operet Angklung “Malam Sabtu Budi”
Jum’at malam pukul 19.30 tanggal 26 April lalu, Gedung Kebudayaan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung dipenuhi sesak oleh para penonton yang berjumlah 250 lebih, karena pada malam itu KABUMI mengadakan pagelaran bertajuk “Malam Sabtu Budi” yang dikemas menjadi sebuah operet yang diiringi dengan beragam alat musik tradisional termasuk angklung dan gamelan.
KABUMI yang merupakan panitia sekaligus performer dari operet tersebut mendapat sambutan meriah dari para penonton, terlebih ketika KABUMI membawakan beberapa lagu yang mengingatkan kita akan kenangan masa kecil dulu. Ya, sebenarnya tujuan utama dari diselenggarakannya operet ini adalah untuk membawa kembali spirit lagu-lagu anak yang kini telah hilang digerus oleh musik-musik dan lagu-lagu orang dewasa. Beberapa lagu anak tersebut diantaranya adalah “Pelangi”, “Nina Bobo”, “Menikmati Hari”, dan “Balon Udara”.
“Malam Sabtu Budi” bercerita tentang seorang lelaki yang beranjak dewasa bernama Budi. Suatu ketika dia bermimpi didatangi oleh seorang peri yang mengajak dia kembali ke masa kecilnya dengan segala kenangan indahnya dulu. Dialog yang mengalir dalam sebuah rangkaian cerita dan adegan ini diisi juga dengan lagu-lagu dan backsound musik angklung orchestra dan gamelan yang disatu padukan menjadi sebuah aransemen berkualitas.
Pagelaran ini merupakan pagelaran terakhir dari serangkaian program kerja yang dicanangkan oleh Kelurahan KABUMI periode 2012-2013. Dengan diselenggarakannya pagelaran yang mengangkat tema lagu-lagu anak seperti ini, diharafkan lagu-lagu anak akan lebih berkembang lagi, dan anak-anak pun tidak akan kehilangan keindahan masa kecilnya ketika yang dia dengarkan hanyalah lagu-lagu orang dewasa yang tidak sesuai dengan perkembangan kepribadiannya.
